Berita aceh – Menjelang akhir bulan Februari ini wilayah Aceh Utara mengalami pasang surut harga di beberapa sektor yaitu di sektor pertanian dan perikanan. Di sektor pertanian, harga gabah turun banyak hanya dalam waktu dua minggu saja, yang semula harganya Rp. 5.600/kg sekarang menjadi Rp. 4.900/kg. Kondisi ini dperkirakan karena pada bulan Februari – Maret merupakan masa panen raya di kebanyakan daerah di Indonesia jadi permintaan akan gabah dari Kabupaten Aceh Utara menjadi turun yang kemudian berpengaruh pada turunnya harga.

Padahal di Kabupaten Aceh Utara baru beberapa wilayah saja yang sudah masuk masa panen sedangkan wilayah lainnya masih dalam masa pembuahan diakibatkan banjir yang melanda akhir-akhir ini. Jika kondisi ini dibiarkan berlanjut dikhawatirkan para petani yang belum panen akan mendapatkan harga yang lebih anjlok lagi untuk gabahnya. Diperlukan intervensi dari pemerintah untuk menjaga kestabilan harga gabah sebelum petani mengalami kerugian yang lebih banyak lagi.

Jika di sektor pertanian harga gabah merosot tajam, di sektor perikanan harga ikan teri kering malah melonjak tajam. Harga ikan teri kering sekarang ini bisa mencapai dua kali lipat harga ikan teri biasanya. Kondisi ini disebabkan sulitnya mendapat pasokan ikan teri sehingga produksi ikan teri kering pun menjadi turun.

Bulan Januari dan Februari bukan masanya teri berkembang biak. Akibatnya jumlah ikan teri di laut menjadi sangat sedikit bahkan cenderung tidak ada. Para nelayan pun kesulitan dalam menangkap ikan teri di laut. Turunnya jumlah ikan teri ini tentu saja berefek langsung pada produksi serta harga ikan teri kering khas Lhokseumawe. Saat ini harga ikan teri kering bisa mencapai Rp. 100.000/kg, dua kali lipat dari harga ikan teri kering saat musim teri yang biasanya berlangsung antara Maret hingga Mei. Diperkirakan harga ikan teri kering akan kembali normal ketika teri mulai musim lagi bulan depan. Ikan teri kering yang diolah menjadi ikan teri kering sekarang ini kebanyakan merupakan ikan teri yang ditangkap dengan pukat darat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *